Daily Calendar

Minggu, April 20, 2008

TUGAS PENGKUR PAI

TUGAS MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI
Berdasarkan praktik di lapangan, ada beragam pemahaman tentang format penyusunan silabus. Secara umum ada delapan poin yang harus dituangkan dalam format silabus, selain identitas mata pelajaran, yaitu: [1] Standar Kompetensi; [2] Kompetensi Dasar [KD]; [3] Indikator; [4] Materi Pokok; [5] Kegiatan Pembelajaran; [6] Penilaian; [7] Alokasi Waktu; dan [8] Sumber, Bahan dan Alat. Dalam realitasnya alur penyusunan kedelapan poin tersebut juga beragam. Tentu hal ini cermin dari alur berpikir dari penyusunnya. Menurut Anda, jika Anda diminta membuat format silabus di sekolah, format apa yang Anda tawarkan? Berikan argumentasi!
Semua jawaban HARUS dikirim melalui ALAMAT EMAIL MASING-MASING, TIDAK DITITIPKAN. Jawaban paling lambat dikirim pada tanggal 25 April 2008.

5 komentar:

hidup adalah perjuangan mengatakan...

Sebelum merumuskan kompetensi, maka guru harus mempelajari apa tujuan dari PAI itu sendiri. Dan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang akan di ajar, misalkan dalam merumuskan kompetensi, penggunaan strategi, alokasi waktu dan sebagainya maka disesuaikan dengan level/jenjang pendidikannya.setelah merumuskan kompetensi kemudian menentukan materi, strategi, dan evaluasi.
contoh silabus:

Kelas: VII (Tujuh)SMP
Alokasi waktu: 2x35 menit
Materi: Zakat dan pengentasan kemiskinan
Mata Pelajaran; Fiqih Muamalah
Standar Kompetensi: Memiliki rasa sensifitas sosial
Kompetensi Dasar; Melaksanakan Zakat
Indikator:
1.Menjelaskan pengertian zakat
2.Mau menyisihkan sebagian uang saku siswa untuk zakat
Sumber belajar; Panti Asuhan/ Anak jalanan
Kegiatan pembelajaran:
1. Guru menerangkan pentingnya zakat untuk mengentaskan kemiskinan
2. Siswa diajak mengunjungi panti asuhan atau guru menghadirkan anak jalanan di kelas
3, Guru mengkondisikan dialog antara siswa dan anak jalanan/ anak panti asuhan tersebut
4. Siswa memberikan sebagian uang sakunya untuk disumbangkan pada anak jalanan tersebut.
Argmentasi:
Dalam menyusun silabus alangkah baiknya dikontekstualkan materi PAI-nya. sehingga siswa tidak di beri pelajaran yang bersifat tekstual saja karena akan menimbulkan kebosanan pada siswa. Dan siswa akan lebih cinta terhadap Islam dan pembelajarannya.
(Karuni Ayu Sawitri/05410110/PAI-3/VI)

SiDo RoNDo mengatakan...

Sekolah : SD/MI
Mata pelajaran : PAI
Semester : 1(satu)
S k : menceritakan kisah nabi
KD ; Menceritakan kisah nabi ayaub a.s
Materi : kisah nabi ayyub a.s
indikator : menceritkan karakter nabi ayyub
menjelaskan bahwa nabi ayyub seoran yang baik hati dan dermawan
menyimpulkan bahwa harta, kesehatan, anak adalah amanah dan cobaan.
kegitan pembelajaran : siswa membaca, menonton dan menelaah kisah nabi ayaub a.s.
penilaian : tes tertulis
sumber : • Ahmad taswin dkk. Aku anak muslim ; PAI untuk anak SD kelas V. hal.33-53
• Alat- alat tulis
Buku lain
• VCD kisah rasul
alokasi waktu : 3x 35 menit
argumentasi :

penyusunan silabus sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan induvidu, perkembangan teknologi, dan perkembangan siswa. siswa sd kelas 5 termasuk kategori anak- anak yang dalam menangkap informasi masih sebatas informasi yang bersifat kongkrit. jadi penggunaan media VCD kisah rosul sangat memgbantu sekali dalam pembelajaran SKI di SD. siswa akan mendapatkan gambaran secara gamblang tentang materi pelajaran yang disajikan. (sigit bigiarto/05410065/PAI-3/semester VI)

muttaqien mengatakan...

Nama : Azhar Muttaqin

Nim : 05410179

Semester / Jurusan : VI / PAI-3

Tugas Pengembangan Kurikulum

Format yang saya tawarkan dalam pembuatan format silabus ada dua macam, yaitu: Pertama, jika ke-delapan format [1] Standar Kompetensi; [2] Kompetensi Dasar; [3] Indikator; [4] Materi Pokok; [5] Kegiatan Pembelajaran; [6] Penilaian; [7] Alokasi Waktu; Dan [8] Sumber, Bahan Dan Alat, merupakan standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan memang harus diikuti, maka format yang akan saya buat sesuai dengan ketetapannya. Di samaping karena mengikuti peraturan pemerintah, juga karena format tersebut cukup baik struktur dan susunannya.

Kedua, akan tetapi jika diberikan kebebasan dalam menentukan formatnya, maka disesuaikan dengan keadaan sekolah dan lingkungannya. Semisal jika di sekolah tempat saya mengajar, sarana-prasananya tindak memadai, maka saya cukupkan untuk menyusun 6 komponen saja, yaitu: [1] Standar Kompetensi; [2] Kompetensi Dasar; [3] Indikator; [4] Materi Pokok; [5] Kegiatan Pembelajaran; [6] Penilaian. Tiga komponen lain tidak dicantumkan karena nantinya akan disesuaikan dengan keadaan pada saat itu. Dalam penentuan alokasi waktu misalnya, ada sekolah yang pelajarannya bergantian 2 minggu sekali dalam satu waktu, yaitu pada minggu pertama pelajrannya SKI, sedangkan minggu kedua pada hari dan jam yang sama pelajarannya Fiqih, begitu seterusnya. Mengenai sumber nelajar juga tergantung pada kemudahan aksesnya dan terkadang ada inisiatif yang lain. Walau demikian, tidak selalu ke-2 komponen ini yang akan menjadi pertimbangan, dan penyusunannya tergantung pada keadaan sekolah dan lingkungannya.

muttaqien mengatakan...

Nama : Azhar Muttaqin
Nim : 05410179
Semester / Jurusan : VI / PAI-3

Tugas Pengembangan Kurikulum

Format yang saya tawarkan dalam pembuatan format silabus ada dua macam, yaitu: Pertama, jika ke-delapan format [1] Standar Kompetensi; [2] Kompetensi Dasar; [3] Indikator; [4] Materi Pokok; [5] Kegiatan Pembelajaran; [6] Penilaian; [7] Alokasi Waktu; Dan [8] Sumber, Bahan Dan Alat, merupakan standar yang ditetapkan oleh pemerintah dan memang harus diikuti, maka format yang akan saya buat sesuai dengan ketetapannya. Di samaping karena mengikuti peraturan pemerintah, juga karena format tersebut cukup baik struktur dan susunannya.

Kedua, akan tetapi jika diberikan kebebasan dalam menentukan formatnya, maka disesuaikan dengan keadaan sekolah dan lingkungannya. Semisal jika di sekolah tempat saya mengajar, sarana-prasananya tindak memadai, maka saya cukupkan untuk menyusun 6 komponen saja, yaitu: [1] Standar Kompetensi; [2] Kompetensi Dasar; [3] Indikator; [4] Materi Pokok; [5] Kegiatan Pembelajaran; [6] Penilaian. Tiga komponen lain tidak dicantumkan karena nantinya akan disesuaikan dengan keadaan pada saat itu. Dalam penentuan alokasi waktu misalnya, ada sekolah yang pelajarannya bergantian 2 minggu sekali dalam satu waktu, yaitu pada minggu pertama pelajrannya SKI, sedangkan minggu kedua pada hari dan jam yang sama pelajarannya Fiqih, begitu seterusnya. Mengenai sumber nelajar juga tergantung pada kemudahan aksesnya dan terkadang ada inisiatif yang lain. Walau demikian, tidak selalu ke-2 komponen ini yang akan menjadi pertimbangan, dan penyusunannya tergantung pada keadaan sekolah dan lingkungannya.

muttaqien mengatakan...

Nama : Ade Abdurrahman
Nim/Kls/Smt: 05410019/PAI-3/VI
Mata Pelajaran: Pengembangan Kurikulum PAI
Tugas : Tawaran Format Silabus

Format Silabus yang Di Tawarkan Ialah:

Identitas Mata Pelajaran.
Standar kompetensi
Kompetensi Dasar.
Indikator
Tujuan Pembelajaran
Materi Pokok.
Metode Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber, Bahan dan Alat


Argumentasi atau Rasionalisasi:

Format silabus atau rencana pembelajaran yang saya tawarkan ini setidaknya disesuaikan dengan prinsip-prinsip yang harus ada dalam penyusunan silabus. Prinsip-prinsip yang harus ada pada penyususnan silabus yaitu: a) Memperhatikan perbedaan peserta didik, b) Mendorong partisipasi aktif peserta didik, c) Mengembangkan budaya membaca dan menulis, d) Memberikan umpan balik dan tindak lanjut, e) Keterkaitan dan keterpaduan dan Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

Adanya identitas mata pelajaran dalam silabus adalah hal yang mutlak ditentukan dalam format silabus manapun, sedangkan adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar akan dikembangkan sesuai dengan pengembangan dan karakteristik mata pelajaran di masing-masing satuan pendidikan. Bila dalam silabus sebuah lembaga pendidikan ada mata pelajaran yang baru atau lain dari pelajaran umum lainnya, maka standar kompetensi dan kompetensi dasarnya di relevansikan dengan substansi mata pelajaran tersebut. Pola penyusunan standar kompetensi lebih luas dan mencakup seluruh substansi materi pelajaran yang dimaksud dan biasanya disusun untuk jangka waktu per-tahun/ per-semester. Sedangkan pola penyusunan kompetensi dasar lebih sempit dan cakupan kompetensi yang diharapkannya sudah spesifik dari standar kompetensi; biasanya disusun dalam waktu per-minggu/ per-hari.

Indikator juga merupakan item yang harus ada pada silabus atau rencana pembelajaran suatu lembaga pendidikan dimanapun. Indikator merupakan sesuatu yang ada pada peserta didik berupa prilaku yang dapat diukur dan atau diobservasi untuk menunjukan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator dirumuskan dengan kata kerja oprasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap dan keterampilan. Indikator ini disesuaikan dengan kapasitas atau kemampuan peserta didik karena setiap peserta didik, baik fisik dan psikis, memiliki katakteristik yang berbeda-beda.

Tujuan pembelajaran maksudnya suatu deskripsi mengenai proses dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran ini perlu di masukan dalam format silabus sebagai pedoman bagi guru sendiri untuk konsisten dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan silabusnya, juga sebagai format standar silabus yang dapat dipahami substansi-substansi didalamnya oleh para penelaah/ penilai silabus, seperti kepala sekolah, pengawas sekolah dll. Tujuan pembelajaran yang dicantumkan dalam silabus ini tidak menjadikan silabus kaku, tidak fleksibel, dan kebal pengembangan, tetapi hanya menjadi acuan deskriptif saja untuk kesuksesan pembelajaran yang diharapkan dalam penyusunan silabus tersebut.

Materi pokok juga dicantumkan dalam format silabus karena materi pokok mencakup konsep, prosedur dan isi materi itu sendiri yang dijabarkan yang ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator.

Metode pembelajaran ditawarkan dalam format silabus ini karena ini merupakan salah satu yang terpenting yang harus ada pada format silabus manapun. Metode adalah cara yang digunakan dalam menyajikan pembelajaran secara efektif dan efesien. Metode juga merupakan upaya mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi atau indikator yang telah dijabarkan. Jika silabus tidak mencantumkan metode pembelajaran maka proses penyajian materi tidak akan terukur dan terevaluasi, juga sudah dapat dipastikan bahwa usaha peserta didik mencapai kompetensinya pun menjadi tidak terarah. Dalam penggunaan metode pembelajaran ini, dapat juga digunakan strategi dan pendekatan untuk lebih spesifik menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik, serta karakteristik dari kompetensi dan indikator yang hendak dicpai.

Kegiatan pembelajaran di deskripsikan menjadi beberapa tahap yaitu: Pendahuluan/ kegiatan awal, Kegiatan inti dan Kegiatan penutup/ akhir. Mencantumkan Penilaian dalam silabus juga merupakan prosedur, tetapi hendaknya direlevansikan dengan butir-butir indikator dan penjabarannya harus mencakup ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta didik. Untuk sumber belajar pun perumusannya harus benar-benar sesuia dengan materi terkait. Bahan dan alat atau instrument, jika memang diperlukan, harus dicantumkan dalam silabus sebab instrument menjadi daya tarik tersendiri dalam kontribusinya menumbuhkan minat yang luar biasa bagi peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan.